Review Mini Album Lee Jinyuk S.O.L; Cukup Solid Sayang Minim Lagu

Review Mini Album Lee Jinyuk S.O.L; Cukup Solid Sayang Minim Lagu

13
0
SHARE

 

Sejatinya, saya bukanlah fans hip hop, rap. Lebih suka mendengar lagu pop dibandingkan lagu up beat. Jadi ketika mendengar Lee Jinhyuk akan merilis mini album solo, S.O.L, tidak berani berekspektasi terlalu tinggi. Takutnya dia akan mendapatkan lagu yang tidak bagus. Apalagi karakter suara Jinhyuk juga cukup unik. Dia high tone rapper.

Sebelum mini alnum dirilis juga sempat bingung, ini bakal jadi album single atau bukan. Karena tidak ada tracklist sama sekali. Ditambah ketika rilis music thumbnail, hanya ada satu lagu. Tapi kemudian beredar kabar, jika akan ada tiga lagu di S.O.L.

Pengunaan nama S.O.L sebagai judul mini album cukup menarik. Selama mengikuti Produce X 101, pria kelahiran 1996 ini berhasil membrandingkan dirinya. Ini tidak mudah. Karena butuh kecerdasan untuk menemukan satu kata yang identik dengan karakter yang ingin dimunculkan. Misalnya saja Seonho, trainee Cube Entertainment. Dia membuktikan kecerdasannya saat membuat branding “byeongari” atau anak ayam saat tampil di Produce 101 musim kedua. Publik langsung mengenalnya sebagai trainee baru yang minim ilmu seperti anak ayam alias day old chicken.  Dan brand ini yang membedakannya dengan peserta lainnya.

Untuk Jinhyuk, dia berhasil membuat branding “aegi taeyang” alias anak matahari. Dan ini rupanya menginspirasi penamaan album, S.O.L yang berasal dari bahasa Spanyol, “sol” yang artinya matahari.

Sayangnya mini album ini benar-benar mini. Seperti yang tertulis di atas, hanya ada tiga lagu; “I Like That”, “Villain”, dan “Follows Me and You”. Bahkan,  I Like That versi instriumen saja tidak ada. Tapi mungkin terbatasnya jumlah lagu karena waktu persiapannya yang terbatas. Mungkin ya. Untungnya ketiga lagu yang ada memiliki genre yang berbeda-beda. Dan ketiganya bisa dinikmati.

I Like That

Komposer KZ, Taebongi, BAYSIDE PABLO

Lirik KZ, Taebongi, BAYSIDE PABLO, Jinhyuk Lee

Arranger KZ, Taebongi, BAYSIDE PABLO

Lagu bergenre trap dan EDM ini dipilih menjadi title track. Adiktif. Mungkin ini satu kata yang  bisa mengambarkan “I Like That”.  Di awal, sudah didengarkan beat yang mungkin beberapa orang sudah familiar. Tapi saya menghargai bahwa “I Like That” bukan lagu model boy group yang gloomy, dark dan sexy.  Lagu yang cuma berdurasi tiga menit ini lebih kepada lagu yang fun.

Masalah saya di lagu ini hanya hook yang kurang menendang. Untuk ear worms, ya, pengulangan kata “I Like That” sangat efisien. Orang bisa langsung ingat dan bahkan secara tidak sadar ikut menyanyikannya. Tapi, tidak dengan suara backing vocal perempuan yang ikut menyanyikan “I Like That”.  Sorry, as much as I love Jinhyuk, gotta say that part is so cheesy.

Seandainya tidak ada suara backing vocal perempuan di hook itu, mungkin bisa lebih bagus. Karena hook di bagian akhir yang tidak ada suara perempuannya, terdengar lebih solid.

Villain

Komposer CHKmate, This N That

Lirik CHKmate, This N That

Arranger CHKmate, This N That

Lagu kedua memiliki banyak judul. Villain, Villian, Villien, Billain. Suka-suka lah judulnya. Pejam mata saja saat memilihnya.

Secara pribadi, saya justru berharap lagu ini yang menjadi tittle track. Memang masih mengandalkan electronic trap, tapi penggunaan bass yang dominan membuat lagu ini menjadi sedikit berbeda. Drop di lagu ini juga cukup kuat karena menggunakan suara/efek mirip alat music string.

Kekurangan lagu ini juga cuma satu. Kenapa bridge mesti autotune? Tapi ini lebih ke personal taste karena saya memang tidak suka autotune. Apakah Jinhyuk masih belum percaya diri untuk bernyanyi? Padahal dari video yang saya lihat, dia punya suara rendah yang bagus. Dia menyanyi lagu “Way Back Home” dari Shaun dengan cukup baik.

Follow Me & You

Komposer zomay, OBROS, SEAN OH, MAYFLY

Lirik zomay, OBROS, MAYFLY, Lee Jin-hyuk

Arranger SEAN OH, OBROS

Setelah dua lagu dengan tempo yang lumayan tinggi, lagu penutup “Follow Me & You” memiliki tempo yang minimalis. Lagunya santai seperti di pantai. Slow seperti di pulow. Di lagu ini, justru saya bisa lebih mendengar kemampuan rap Jinhyuk. Dia bisa menunjukan bahwa dia bisa bermain-main dengan berbagai flow.  Suara dan lagunya enak didengar. Whistling di akhir lagu juga pas. Cocok buat lagu di akhir dan didengar saat santai.

Kesimpulan:

Jujur, saya tidak begitu familiar dengan Up10tion. Tapi ada untungnya karena saya bisa menilai mini album ini lebih objektif karena tidak ada pemikiran,  kalau si A yang membawakannya pasti lebih bagus dan sejenisnya.

Saya menjadi lebih enjoy saat mendengar ketiga lagunya. Mini album S.O.L merupakan album yang solid. Tidak rugi untuk dikoleksi karena memiliki genre yang berbeda-beda. Kekurangannya ya, jumlah lagunya terlalu sedikit. Seandainya ditambah menjadi 5 atau enam lagu secara keseluruhan tentu lebih baik lagi.

Saat melihat showcase, memang terlihat jika lagu-lagu di S.O.L memang lebih kepada performance/show. Jinhyuk memiliki energy dan attitude yang sangat pas dengan lagu. Dia membuat lagu menjadi berkali-kali lipat lebih menarik.