Catcalling Itu Jahat

Catcalling Itu Jahat

479
4
SHARE
cr: http://abcnews.go.com/US/catcalling-street-signs-pop-york-philadelphia/story?id=30361679

Jika ada rezeki, saya dan suami bercita-cita bisa lawatan ke  Liverpool, Inggris. Suami ingin menonton pertandingan klub kesayangannya, The Reds di Stadion Anfield. Bersama-sama dengan supporter lainnya menyanyikan “You Never Walk Alone” sepanjang pertandingan. Sementara saya ingin jalan-jalan ke The Beatles Story, menikmati sejarah salah satu legenda musik dunia, The Beatles dalam bentuk audio dan visual.

Tapi sejak tahun lalu, kota di Inggris yang ingin saya kunjungi bertambah. Saya juga ingin menapakan kaki di jalan-jalan di Nottingham. No. I am not a fan of Nottingham Forest. Saya ingin ke Nottingham karena kota ini menangkap lelaki yang melakukan catcalling kepada perempuan.

Apa itu catcalling? Saya rasa hampir semua perempuan pernah mengalaminya. Ketika kita berjalan baik sendirian atau dalam kelompok kecil, lalu ada ada pria yang bersiul, menegur, menggoda atau berkomentar yang bernuansa seksual atau melecehkan. Kata-kata yang dipakai biasanya cewek, cantik, sendirian aja, namanya siapa, kenalan dong. Itu ada beberapa contoh catcalling.

Dari sejarahnya catcalling bukanlah kejahatan dan tidak melecehkan. Dulu belum ada istilah catcalling. Yang ada siulan serigala atau wolf whistle dan bermakna sebagai pemangsa. Serigala dianggap sebagai simbol pria.

Lalu pada abad ke-18, mulailah ada istilah catcaller. Tapi ini sama sekali tidak bernuansa seksual walau memiliki makna yang sama. Menilai. Dan catcaller merupakan penonton teater yang menilai penampilan dari sang actor. Ya actor. Pada abad ke-18, hanya pria yang boleh bermain teater. Jika ada karakter perempuan, pemerannya tetap pria.

Namun saat ini catcalling merupakan kejahatan. Pelecehan seksual. Korbannya akan merasa tidak aman dan terganggu kenyamanannya. Catcalling juga dapat mengakibatkan korbannya panik dan ketakutan yang mungkin membuatnya harus mengubah rute perjalanan. Lebih baik berjalan lebih jauh daripada diganggu.

http://abcnews.go.com/US/catcalling-street-signs-pop-york-philadelphia/story?id=30361679

Sayangnya itu bukan solusi yang tepat. Saya memuji kebijakan polisi di Nottingham. Mereka menangkapi pria yang melakukan catcalling. Bersiul dengan maksud melecehkan merupakan misogini. Dan misogini inilah yang menjadi dasar kepolisian untuk menjatuhkan hukuman. Landasannya adalah mengikuti aturan kejahatan berdasarkan kebencian.

Ditengah situasi yang menganggap catcalling adalah fenomena yang wajar, langkah yang diambil kepolisian di Nottingham patut diacungi jempol. Karena biasanya kita diajarkan ketika menjadi korban catcalling, langkah yang diambil adalah diamkan saja pelakunya. Siulan atau godaan itu justru bukti bahwa perempuan tersebut sangat menarik.  Please, us, women are not object. Perempuan bukan objek atau barang untuk memuaskan.

Hanya sang pemilik yang berhak mengomentari atau menilai tubuhnya. Tidak ada orang lain yang bisa berkomentar tanpa seizin pemilik tubuh. Apalagi jika dia tidak menyukai dan terganggu dengan komentar itu.

Atau ada juga yang beralasan jika perempuan itu yang salah karena memakai baju yang seksi. Sebagai pria normal, wajar jika mereka tergoda dan menggoda.  Tidak. Itu hanyalah alasan yang dibuat-buat. Pandangan yang menilai perempuan patut mendapat perlakukan tertentu hanya karena cara berpakaian atau penampilan merupakan budaya pemerkosaan.  Dan itu harus diakhiri.

Alasan lain mengapa catcalling harus dilarang adalah dapat memicu kejahatan yang lebih besar. Dua sosiolog Richard A. Cloward dan Lloyd E. Ohlin menyatakan bahwa munculnya kejahatan dan bentuk- bentuk perilakunya, bergantung pada kesempatan.  Baik kesempatan patuh norma, maupun kesempatan penyimpangan norma. Jika catcalling dinilai sebagai hal yang lumrah, maka besar kemungkinan akan menjadi awal terjadinya kejahatan lain.

Lantas bagaimana mengatasinya sementara hukum kita belum ada yang mengatur secara khusus tentang kejahatan jalanan seperti catcalling? Hanya ada satu kata, lawan. Jangan biarkan orang lain berkomentar buruk atau menggoda. Jangan ragu dan takut untuk balas menatap orang yang melecehkan anda. Jika perlu hardik dia. Ingatkan jika perbuatannya merupakan kejahatan. Sekali lagi lawan, seperti video dibawah ini.

 

cr: https://allisonvalenzuela.wordpress.com/portfolio/uisg-cat-calling-campaign/

4 COMMENTS

Comments are closed.